PERUNTUKAN BLOG INI

BLOG INI BUKANLAH AKUN RESMI DAN HANYA SEKEDAR BELAJAR DAN SHARE INFORMASI KHUSUSNYA BAGI ANGGOTA POLRES KETAPANG POLDA KALIMANTAN BARAT
' CEPAT , TEPAT, BENAR , TRANSPARAN DAN AKUNTABEL"
BERBAGI ITU INDAH


Selasa, 26 Mei 2015

Kenaikan ULP TNI dan POLRI Tahun 2015

Sesuai Surat Edaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-17/PB/2015 tentang Uang Lauk Pauk Anggota Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia mulai tahun anggaran 2015.

Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2015 besaran uang lauk pauk anggota TNI dan Polri ditetapkan sebesar Rp50.000,-/orang/hari. yang dicantumkan dalam daftar gaji induk. yang semula Rp45.000,-/orang/hari.

untuk permintaan rapelan ULP Polres Ketapang menunggu update Aplikasi Belanja Pegawai Polri (BPP), dikarenakan pada bulan April 2015 sudah dimintakan dengan indek yang baru sesuai Surat Dirjen Anggaran Nomor S-347/AG/2015 tanggal 24 Februari 2015 hal penyesuaian Besaran Uang Makan PNS, maka rapelannya mulai Januari 2015 s.d Maret 2015 (3 bulan)

Senin, 25 Mei 2015

WASRIK ITWASUM MABES POLRI



Pada hari jum'at tanggal 22 Mei 2015 bertempat di Polresta Pontianak Kota ada Wasrik Itwasum Mabes Polri Tahap II Tahun 2015 ke Polda Kalimantan Barat dan Jajaran. untuk Polres Ketapang, Polres Kapuas Hulu dan Sat Brimob merapat ke Polresta Pontianak Kota

Salah satu pesan dari tim adalah "Perwabku yang benar adalah sama kata dan perbuatan"

pemeriksa ERGUNA TARIGAN, S.E. dari BPK
menurut tim pemeriksa  temuannya adalah.
  1. Berdasarkan pemeriksaan Perwabkeu Tunkin periode bulan Januari sampai dengan April 2015 pada satker Polres KETAPANG ditemukan cenderung tidak ada pengurangan pembayaran Tunjangan Kinerja (Tunkin) kepada Anggota Polri dan PNS sebagai akibat dari terlambat masuk kantor, tidak hadir di kantor serta pulang lebih cepat dari kantor. Pengemban fungsi SDM belum membuat rekapitulasi absen yang didasarkan pada rekaman kehadiran melalui finger print pada satker sebagai dokumen pendukung pertanggungjawaban pembayaran Tunkin kepada personel anggota Polri dan PNS.
  2. Pembuatan perwabku untuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada kegiatankegiatan yang telah dilaksanakan sejak periode Januari sampai dengan April 2015 cenderung belum sepenuhnya mengikuti ketentuan, yaitu masih ditemukan bukti-bukti pembayaran/kwitansi yang belum dilengkapi dengan dokumen rencana kebutuhan (renbut), nota/surat pesanan pejabat pembuat komitmen/pejabat pengadaan, serta bukti pemeriksaan oleh pejabat penerima hasil pekerjaan (PPHP), sehingga belum menggambarkan adanya pemisahan fungsi.
  3. Laporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) per 30 April 2015 belum menyajikan data persediaan yang sebenarnya, masih menggunakan saldo per 31 Desember 2014 sebesar Rp. 718.582.855,-. Sedangkan aktivitas pelaksanaan kegiatan satker pada periode Januari sampai dengan April 2015 faktanya menunjukkan ada penambahan persediaan dari hasil pembelian serta ada pengurangan persediaan karena pemakaian/ penggunaanLaporan Keuangan per 31 Desember 2014 pada  penjelasan pospos neraca akun Persediaan belum menyajikan mutasi tambah (pembelian, tranfer masuk, selisih stock opname) dan mutasi kurang (pemakaian, tranfer keluar, selisih stock opname) persediaan selama semester II tahun 2014, senilai jumlah realisasi yang sebenarnya, - BA Stock opname yang dibuat cenderung formalitas dan menggunakan saldo buku sesuai aplikasi persediaan karena belum menghitung seluruh persediaan yang ada.
Kriteria pemeriksaan :
Peraturan Kapolri Nomor 06 Tahun 2011 tentang tata cara pemberian tunjangan kinerja.
Peraturan Pemerintah RI nomor: 45 Tahun 2013 tentang Tata cara Pelaksanaan APBN
Peraturan Pemerintah RI nomor: 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)
Perpres RI Nomor:70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang Jasa Pemerintah
Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor: 4 Tahun 2014 tentang Administrasi Pertanggungjawaban Keuangan di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010 tanggal 22 Oktober 2010 Tentang Standar Akuntansi Pemerintah.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 171/PMK.05/2007 tanggal 27 Desember 2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat serta perubahannya PMK Nomor: 233/PMK.05/2011.
Peraturan Dirjen Perbendaharaan No. PER-40/PB/2006, tentang Pedoman Akuntansi Persediaan.
Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010 tanggal 22 Oktober 2010 Tentang Standar Akuntansi Pemerintah.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 171/PMK.05/2007 tanggal 27 Desember 2007 tentang Sistem
Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat serta perubahannya PMK Nomor: 233/PMK.05-/2011.
Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharan Nomor: PER- 57/ PB/2013 tanggal 30 Desember 2013 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga.
Penyebabnya menurut tim:

Kasikeu belum memahami secara penuh isi dan makna Peraturan Kapolri Nomor 06 Tahun 2011 tentang tata cara pemberian tunjangan kinerja.
Belum efektifnya Pejabat Penanda-tangan SPM (PPSPM) dan Bensatker yang ditunjuk oleh KPA dalam melaksanakan kewenangan serta fungsinya untuk memeriksa secara teliti dokumen pendukung surat permintaan pembayaran (SPP) serta menyeleng-garakan verifikasi/ pengujian kebenaran, kelengkapan dan keabsahan adminis-trasi data keuangan (formal dan materil) atas setiap transaksi yang timbul dalam suatu pelaksanaan kegiatan, sebelum melakukan tagihan kepada negara.
Operator SIMAK / SAKPA belum melakukan input / transfer data penerimaan / pendistribusian persediaan sejak Januari s.d. April 2015 dari aplikasi Persediaan ke aplikasi SIMAK-BMN disebabkan belum sepenuhnya menguasai ketentuan/ peraturan yang berlaku.
Kurangnya koordinasi antara Kasi Keu dan Kasubbag Sarpras saat penyusunan laporan keuangan satker karena belum sepenuhnya memahami ketentuan/peraturan yang berlaku.

akibat dari temuan ini menurut tim:
a. Perwabku Tunkin tidak dapat diyakini kebenarannya;
b. Berpotensi timbulnya kerugian Negara berupa kelebihan pembayaran Tunkin kepada Anggota Polri/PNS yang tidak hadir sesuai dengan jam kerja yang telah ditentukan;
Dapat menimbulkan kecemburuan bagi anggota yang rajin karena haknya sama dengan anggota yang malas.

Pertanggungjawaban keuangan untuk pembayaran tagihan atas pelaksanaan kegiatan, menjadi tidak logis  ketika dilakukan pengujian silang dengan data pendukungnya (pembuktian), sehingga perwabku tersebut cenderung  tidak akuntabel.

Saldo persediaan yang disajikan dalam Laporan SAI per 30 April 2015 belum menyajikan data saldo yang sebenarnya, sehingga dapat mengakibatkan kekeliruan pimpinan bila digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.

Laporan Keuangan per 31 Desember 2014 belum memenuhi prinsip pengungkapan sepenuhnya (full diclosure), khususnya akun Persediaan, belum menginformasikan saldo persediaan yang sebenarnya/penyajian terlalu rendah (khususnya untuk persediaan Barang Konsumsi/ATK dan amunisi), serta data tentang kesesuaian antara nilai anggaran yang digunakan untuk pembelian Persediaan dengan nilai persediaan yang telah  dilakukan input ke dalam aplikasi SIMAK-BMN.

Rekomendasi untuk Kapolres:

a. Agar secara rutin melakukan pengecekan kehadiran anggota dan membuat rekapitulasi absensi kehadiran anggota setiap bulan;
b. Agar memerintahkan Kasi Keu untuk melakukan pemotongan Tunkin secara rutin sesuai dengan tingkat kehadiran berdasarkan rekapitulasi absensi kehadiran pegawai yang dibuat oleh petugas absensi dan diketahui oleh pengemban fungsi SDM pada satker Polres KETAPANG.
Memerintahkan untuk melakukan percepatan implementasi sistem pengendalian intern di lingkungan satkernya, dengan cara memisahkan fungsi pengguna, fungsi pengadaan, fungsi penerima, fungsi pembayaran uang dan fungsi verifikasi pada setiap kegiatan yang memerlukan dilakukannya pengadaan barang dan jasa, sehingga pada setiap dokumen pertanggungjawaban keuangan pelaksanaan kegiatan terlihat peran dan pelaksanaan kewenangan dari setiap fungsi tersebut.

Agar memerintahkan kepada Kasi Keu untuk masa yang akan datang mempedomani Peraturan dan Ketentuan yang berlaku pada saat penyusunan Laporan SAI Satker Polres KETAPANG.


Agar memerintahkan kepada Kasi Keu dan Kasubbag Sarpras untuk melakukan perbaikan terhadap sistematika penyusunan Laporan Keuangan  Semester I Tahun 2015  yang akan datang dengan mempedomani peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Catatan penulis : setiap pemeriksaan pasti akan ada temuan.dan setiap temuan akan dijadikan pembelajaran agar tidak terulang kembali.


MUTASI PERWIRA PERTAMA DAN MENENGAH POLRES KETAPANG 22 MEI 2015

Sesuai surat telegram Kapolda Kalbar nomor:ST/528/V/2015 tanggal 22-05-2015 dan Keputusan Kapolda Kalbar nomor : KEP/268/V/2015 tanggal 22-05-2015 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan dilingkungan Polda Kalbar.

Berikut nama-nama Perwira Polres Ketapang yang terdapat dalam ST dan Kep Kapolda Kalbar diatas :


  1. Kompol Tony Wintara, SE, MH (Kabag Ren Polres Ketapang) diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbagdalpro Bagdalprogar Rorena Polda kalbar;
  2. Kompol Rakhyudi (Kabag Sumda Polres Ketapang) diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbagrenminops Bagbinops Roops Polda kalbar;
  3. AKP Hasiholan Hasibuan (Kapolsek Delta Pawan Polres Ketapang) diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabag Ren Polres Ketapang;
  4. AKP Mujianto (Kasubbagkum Bag Sumda Polres Ketapang) diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolsek Delta Pawan Polres Ketapang;
  5. AKP Untung Sugiarto (Kasubbagbinops Bag Ops Polres Ketapang) diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabag Sumda Polres Ketapang;
  6. AKP Asliden Sinaga (Kapolsek Sukadana Polres Ketapang) diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbagbinops Bag Ops Polres Ketapang;
  7. IPTU Hoerrudin (Kapolsek Teluk Batang Polres Ketapang) diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolsek Sukadana Polres Ketapang;
  8. IPTU Aris Pramuji Widodo (Kapolsek Seponti Polres Ketapang) diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolsek Teluk Batang Polres Ketapang;
  9. IPTU Ahmad Hesein Jaelani  (Kasubbagdalops Bag Ops Ketapang) diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolsek Seponti Polres Ketapang;
  10. IPTU Said Aslam (Kapolsek Marau Polres Ketapang) diangkat dalam jabatan baru sebagai Pama Polres Ketapang (dalam rangka pendidikan PTIK);
  11. IPTU Rayendra Agra Prayana (Ps.Kapolsek Jelai Hulu Polres Ketapang) diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolsek Marau Polres Ketapang; dan
  12. IPTU Marino (Kasiwas Polres Ketapang) diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolsek Kapolsek Jelai Hulu Polres Ketapang

Rabu, 13 Mei 2015

Cara Mengatasi Rekonsiliasi SAI Januari s/d Maret 2015 Yang Tidak Sama

Langkah pertama, bapak/ Ibu Kosongkan semua transaksi yang ada diaplikasi SAIBA, termasuk data Pagu dan Revisi.

Kemudian Transfer Pagu DIPA Awal ke Aplikasi SAIBA, (ingat Dipa Awal Bukan Revisi) 

Kemudian Transfer kembali data SP2D Bulan Januari 2015 dari Aplikasi SAS atau bisa juga diinput satu-satu (siap lieur.com), jika belum tahu caranya transfer langsung bisa di baca disini Cara Kirim SP2D Langsung ke Aplikasi SAIBA

Selanjutnya diposting dan kirim ke SPAN, Catatan jangan input dulu yang bulan berikutnya, dan juga Dipanya DIPA Awal.

Setelah Bulan Januari kita kirim barulah kita input lagi yang bulan berikutnya, caranya sama seperti yang diatas tadi, kita simpan ja dulu kiriman bulan Januari 2015 tadi di Folder di dalam Leptop/Komputer sebelum dikirim, jangan lupa t_glsainya juga simpan dulu sebelum input bulan berikutnya.

Oke sampe disini dulu semoga membantu, nah jika sebelumnya bapak/ibu takut data sp2dnya belum keinput diaplikasi SAS, Baca dulu Cara Transfer Data SP2D ke Aplikasi SAS langsung dari OMSPAN

share dari http://www.sahabataplikasi.ga/2015/05/cara-mengatasi-rekonsiliasi-sai-januari.html

Kamis, 07 Mei 2015

Update Aplikasi SAS versi 15.0.5

Update Aplikasi SAS versi 15.0.5 silahkan Download disini 

Histori Update SAS:

* Update SAS 15.0.1
  - Perbaikan menu SPM KP
  - Perbaikan menu RUH SPP terkait ambil ADK RKP
  - Penambahan menu Ambil Data Supplier 2014
  - Perbaikan menu Backup dan Restore Pagu dan Transaksi

* Update SAS 15.0.2
  - Perbaikan menu Catat SPM
  - Penambahan Modul Bendahara Penerimaan
    # Mengakomodir lebih dari satu satker di dalam satu database
# Memperbaiki minor bugs
  - Penambahan Modul Bendahara Penerimaan
  - Perbaikan menu Backup dan Restore Pagu dan Transaksi

* Update SAS 15.0.3
  - Perbaikan Karwas PNBP
  - Perbaikan menu RUH SPP terkait DRPP
  - Perbaikan Modul Bendahara Pengeluaran
    # Penambahan kode transaksi 39,40,41,42,43
# Penambahan validasi Cetak LPJ
# Perbaikan error RUH Transaksi
  - Perbaikan Modul Bendahara Penerimaan
    # Perbaikan proses pembuatan Berita Acara Bendahara Penerimaan
# Penambahan Import ADK Simfoni pada RUH Transaksi

* Update SAS 15.0.4
  - Perbaikan SPM UP dan GUP KP
  - Perbaikan menu Monitoring Penyelesaian SPP
  - Perbaikan menu Koreksi SPM BLU terkait nilai negatif
  - Perbaikan Modul Bendahara Pengeluaran
    # Perbaikan Kirim ADK LPJ
    # Penggabungan perekaman kuitansi dan pajak
    # Perbaikan transaksi penerimaan LPJ BPP
  - Perbaikan Modul Bendahara Penerimaan
    # Penyesuaian Import ADK Simfoni

* Update SAS 15.0.5
  - Perbaikan Tayang Pagu di tombol Detil Satker
  - Perbaikan Transfer Pagu
  - Perbaikan menu RPD Harian (APS)
  - Perbaikan Modul Bendahara Pengeluaran